Webinar Internasional JmI Kupas Hakikat Nuzulul Quran

Jam'iyyatul Islamiyah (JmI)

Organisasi Jam'iyyatul Islamiyah Berlandaskan pada Alquran dan Hadis serta berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945

Berita / Berita Detail

Webinar Internasional JmI Kupas Hakikat Nuzulul Quran
Minggu, 16 Maret 2025
Bagikan : Copy Link Share to WhatsApp Share to Telegram Share to WhatsApp Share to Twitter

Narasumber Webinar (dari kiri atas): DR. K.H. Aswin R. Yusuf, H. Ramsisman Basri, Drs. H. M. Sajidin Ramli, dan Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah. 

 

Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, melainkan juga petunjuk utama bagi orang beriman dalam menjalani kehidupan. Setiap Ramadan, peristiwa Nuzulul Quran selalu diperingati sebagai momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw. Namun, sudahkah umat Islam benar-benar memahami tujuan diturunkannya Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari?


Pertanyaan itu mengemuka dalam Webinar Internasional Agama Islam bertajuk "Kembali Mengenal Hakikat Nuzulul-Qur’an 1446 H" (To Recognize the Nature of Nuzulul-Qur’an 1446 H) yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jam’iyyatul Islamiyah (JmI),  Minggu (16/03/2025). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Webinar dan diikuti lebih dari 2.623 partisipan dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Kanada.


Webinar ini menghadirkan para ulama dan akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah (Rektor UIN Yogyakarta 2002–2010), DR. K.H. Aswin R Yusuf (Pembina JmI), Drs. H. M. Sajidin Ramli (Anggota Departemen Dakwah DPP JmI), dan H. Ramsisman Basri (Ketua Biro Dakwah DPD JmI Provinsi Jambi). Mereka membahas bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Saw. bukan hanya sekadar perintah membaca, melainkan juga bentuk transformasi spiritual yang membangun peradaban Islam.


Dalam diskusi yang berlangsung, Buya Ramsisman menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks tertulis, melainkan kalam Allah yang transendental, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-An’am ayat 7. Ia juga menyoroti QS. Al-‘Ankabut ayat 48 yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak pernah membaca dan menulis kitab-kitab sebelumnya sehingga hal itu membuktikan keaslian wahyu yang diterimanya langsung dari Allah Swt.


Selaras dengan itu, Buya Sajidin mengupas hakikat wahyu dalam Al-Qur’an dengan merujuk kepada QS. Al-‘Alaq ayat 1. Ia menjelaskan bahwa perintah Iqra (bacalah) tidak hanya bermakna membaca teks, tetapi juga membaca asal kejadian manusia. Ia menambahkan, Al-Qur’an diturunkan sebagai penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Isra ayat 82.


Sementara itu, Prof. Amin Abdullah menyoroti tiga poin utama terkait Nuzulul-Qur’an. Pertama, puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga latihan spiritual untuk membentuk ketakwaan. Kedua, wahyu pertama yang diturunkan dalam QS. Al-‘Alaq terkonsentrasi pada kejadian manusia dan perilakunya yang cenderung negatif. Ketiga, Al-Qur’an adalah pedoman kehidupan yang harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan, bukan hanya dibaca dan dihafalkan.


Diskusi makin menarik dengan hadirnya sejumlah tokoh yang memberikan tanggapan, seperti Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang 2004–2013), Ir. H. Agus Rahardjo, M.S.M. (Ketua KPK 2015–2019 ), Prof. Dr. H. Muhammad Attamimy, M.Ag. (Rektor IAIN Ambon 2003–2006), dan Dr. H. Muharam Marzuki, M.A., Ph.D. (Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI 2021–2023). Mereka menegaskan bahwa peristiwa Nuzulul Quran tidak boleh hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik.


Webinar ini memberikan refleksi mendalam bagi seluruh peserta bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca dalam ibadah, melainkan juga petunjuk hidup yang harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan. Dengan momentum Nuzulul Quran, umat Islam diharapkan bisa kembali memahami esensi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membimbing setiap langkah menuju kebaikan dan ketakwaan.


© 2023 Organisasi Jam'iyyatul Islamiyah (JmI)

v.1.0.0